Pasukan RELA Merusak Kediaman Mahasiswa Indonesia

10/10/2007 16:45 Hubungan Indonesia-Malaysia

Liputan6.com, Kajang: Kebrutalan pasukan Ikatan Relawan Rakyat Malaysia atau RELA tidak hanya menimpa istri atase pendidikan Indonesia. Pasukan gabungan warga sipil Malaysia ini merusak tempat tinggal seorang mahasiswa Indonesia di daerah Kajang sekitar 25 kilometer dari Kuala Lumpur.

Rumah itu adalah tempat tinggal Muhammad Yunus. Yunus yang sedang menempuh pendidikan S2 merupakan Ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Universitas Kebangsaan Malaysia. Menurut Yunus kepada SCTV, belum lama berselang, pasukan RELA datang ke kediamannya Ahad silam. Karena pintu rumah terkunci rapat, mereka mendobrak pintu rumah hingga rusak. Setelah yakin Yunus dan istrinya bukan pendatang gelap mereka pergi tanpa mau bertanggungjawab atas kerusakan.

Pasukan RELA bernaung di bawah Departemen Dalam Negeri Malaysia dan di bawah kendali Perdana Menteri Malaysia. Jika berhasil menangkap pendatang asing ilegal mereka akan mendapat uang bonus 80 ringgit per kepala atau setara dengan Rp 200 ribu.

Dalam beberapa tahun terakhir, tindakan pasukan RELA khususnya terhadap warga negara Indonesia dinilai kasar, tidak beretika, dan merendahkan martabat. Bahkan, istri atase pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpuristri, Muslinah Nurdin dicurigai sebagai tenaga kerja ilegal ketika sedang berbelanja. “Kejadian seperti banyak menimpa WNI,” kata Imran Hanafi, atase pendidikan KBRI [baca: Indonesia Kirim Nota Protes ke Malaysia].

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Zainal Abidin Zain mengakui, insiden yang menimpa istri diplomat Indonesia merupakan kesalahan pasukan RELA dan aparat Malaysia. “Ini satu kesalahan. Saya meminta maaf atas kejadian ini,” kata Dato.

Beberapa waktu silam, warga Indonesia berunjuk rasa ke Gedung Kedutaan Malaysia di Jakarta. Massa memprotes kasus pemukulan wasit karate Indonesia, Donald Colopita, oleh polisi Diraja Malaysia. Namun, protes keras seperti ini akan jadi sia-sia jika pemerintah Indonesia tidak juga bersikap tegas terhadap Malaysia.

DPR mendesak pemerintah mengeluarkan travel warning secara resmi. Dengan peringatan ini diharapkan warga Indonesia berpikir dua kali apabila ingin berangkat ke Malaysia. Namun, pemerintah hingga kini belum berniat mengeluarkan travel warning.

Menurut Kristiarto Legowo, juru bicara Departemen Luar Negeri, keputusan untuk berkunjung atau tidak ke Malaysia diserahkan kepada warga. Mereka juga mengetahui setelah melihat rentetan kejadian, keamanan dan kenyamanan perjalanan ke negara itu tidak terjamin.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: